Breaking News

Kampus Jateng

(Berita Umum dan Pendidikan)
WEB resize Rev2

UNIMUS Hadiri Dialog 5 Rektor PWI Jateng, Tegaskan Etika dan Tanggung Jawab Pers di Era Digital

 

SEMARANG (kampusjateng.com)- Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) berpartisipasi dalam Dialog 5 Rektor yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Tengah dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Kamis (5/1/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Menyehatkan Peran Kontrol Sosial untuk Memperkuat Kemerdekaan Pers.”

Ketua PWI Jawa Tengah, Setiawan Hendra Kelana, S.Kom., dalam sambutannya menyoroti masih fluktuatifnya indeks kemerdekaan pers di Indonesia. Ia menyampaikan bahwa tantangan pers saat ini tidak hanya soal kebebasan, tetapi juga keamanan dan tekanan terhadap kerja jurnalistik.

“Indeks kemerdekaan pers Indonesia masih fluktuatif dan secara global berada di peringkat 127 dari 180 negara. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama agar pers benar-benar sehat sebagai kontrol sosial,” ujarnya.

Dialog menghadirkan lima pimpinan perguruan tinggi yang membahas peran pers di tengah derasnya arus informasi digital. Rektor Universitas Panca Sakti (UPS) Tegal, Prof. Dr. Taufiqullah, M.Hum., mengingatkan pentingnya kewaspadaan dalam bermedia.

“Kita harus berhati-hati dalam bermedia, karena ancaman peretasan dan pencurian data digital semakin marak,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor Universitas BPD, Prof. Dr. Sri Tutie Rahayu, M.Si., menekankan posisi pers sebagai pilar demokrasi yang harus dijaga kredibilitasnya.

“Pers adalah salah satu pilar demokrasi. Karena itu, insan pers harus mampu memilah antara konten hiburan, edukasi, dan berita, serta waspada terhadap hoaks,” jelasnya.

UNIMUS yang diwakili Wakil Rektor III, Dr. Eny Winaryati, M.Pd., menegaskan bahwa kemerdekaan pers harus berjalan seiring dengan etika.

“Kemerdekaan bukan berarti bebas sebebas-bebasnya. Ada komitmen yang harus dijaga, yakni edukasi, partisipasi, dan etika. Wartawan juga perlu melibatkan audiens secara bertanggung jawab dalam narasi yang disusun,” ungkapnya.

Pandangan senada disampaikan Rektor Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Prof. Dr. Pulung Nurtantio Anando, S.T., M.Kom., yang menekankan pentingnya kesadaran diri dalam menghadapi hoaks.

“Pers hari ini tidak cukup hanya menyebarkan informasi, tetapi harus menjadi penjaga kebenaran. Kesadaran diri menjadi kunci agar tidak terjebak hoaks,” ujarnya.

Melalui dialog ini, UNIMUS menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kemerdekaan pers yang sehat, beretika, dan berorientasi pada kebenaran, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan insan pers di Jawa Tengah. (Kj01)

Share Artikel Ini

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait

Share

banner300x100
banner300x100

Artikel Terbaru

Follow Us

Copyright © 2023 kampusjateng.com

Scroll to Top