
SEMARANG (kampussemarang.com)- Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Dr Abdul Mu’ti menyampaikan organisasi Aisyiyah merupakan organisasi atau gerakan perempuan berkemajuan yang terbesar dan terkaya di dunia.
Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) milik Aisyiyah terdiri dari berbagai universitas, rumah sakit, klinik kesehatan, sekolah dan lain-lain yang tersebar di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Prof Abdul Mu’ti pada Resepsi Milad Aisyiyah ke-107 tingkat Jateng (tingkat Pimpinan Wilayah Aisyiyah/PWA Jateng) yang diselenggarakan di kampus Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Ahad (23/6/2024). Hadir pada acara tersebut di antaranya Rektor Unimus Prof Dr Masrukhi MPd, Ketua PWA Jateng Dr Eny Winaryati , Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jateng H Dodok Sartono SE MM, para wakil rektor di lingkungan Unimus, para pimpinan daerah dan cabang Aisyiyah Se Jateng serta kepala Kesbangpol Jateng.
“Kiprah Aisyiyah luar biasa, banyak prestasi diukir di berbagai bidang misalnya bidang kesehatan dan bidang bidang lain terkait program pembangunan generasi Indonesia yang sehat dan berakhlak mulia” ujar Prof Abdul Mu’ti.
Pada kesempatan tersebut Prof Abdul Mu’ti juga menyoroti adanya gerakan yang ingin”membatasi ” ruang gerak kaum perempuan agar tidak tampil di depan tetapi “duduk manis ” di rumah saja.
Gerakan tersebut menggunakan dalil dalil yang sanadnya lemah. Banyak negara muslim di dunia yang kaum perempuannya”tertinggal ” karena perkara tersebut. Bagi sejumlah negara muslim, pendidikan bagi kaum perempuan merupakan hal yang mewah, sedangkan di Indonesia hal tersebut merupakan hal yang biasa sudah sejak lama terjadi.
Sementara itu Ketua PWA Jateng Dr Eny Winaryati yang juga Wakil Rektor III Unimus menyampaikan anak usaha Muhammadiyah (AUM) milik Aisyiyah Jateng di antaranya banyak sekolah TK ABA, TK Aisyiyah sekitar 4.500, klinik kesehatan 16, rumah sakit 9, panti asuhan 51, juga UMKM dan koperasi.
Terkait dengan tantangan Aisyiyah di masa depan, Dr Eny Winaryati menyampaikan sedikitnya ada dua tantangan. Pertama Aisyiyah meski sudah mendunia tetapi harus lebih mengglobal lagi di era seperti sekarang ini. Juga persoalan dunia, misalnya perang, ada yang mengarah ke perempuan dan anak anak sebagai kebanyakan korban.
“Tantangan kedua mengangkut perkembangan pesat di bidang teknologi informasi. Aisyiyah mau tidak mau harus mengembangkan bidang teknologi informasi sehingga di berbagai lomba dalam rangka milad Aisyiyah ke 107 juga dilakukan menggunakan teknologi informasi seperti melalui youtube, video , tik tok dan lain lain” ujar Ketua PWA Jateng Dr Eny Winaryati. (Kj01)


