Breaking News

Kampus Jateng

(Berita Umum dan Pendidikan)
WEB resize Rev2

Kaji Tentang Lanskap Linguistik Wilayah Pecinan di Jawa: Prof Agus Guru Besar Linguistik Pertama di Undip

Rektor Undip (kiri) saat memberikan plakat Pengukuhan Guru Besar kepada Prof Agus.

SEMARANG (kampusjateng.com)- Dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro (Undip) Dr Drs Agus Subiyanto MA dikukuhkan oleh Rektor Undip Prof Dr Suharnomo SE MSi pada pengukuhan di gedung Prof Soedarto SH, kampus Undip Tembalang, Kamis (23/1/2025).

 

Selain Prof Agus, pada waktu dan tempat yang sama Rektor Undip juga mengukuhkan 3 guru besar lainnya dari fakultas lain. Yaitu Prof Dr dr Bagoes Widjanarko MPH (Fakultas Kesehatan Masyarakat), Prof Dr dr Achmad Zulfa Juniarto MSiMed SpAnd (K) MMR PhD (fakultas kedokteran) serta Prof Akhmad Syakir Kurnia SE MSi PhD (Fakultas Ekonomika dan Bisnis).

 

Prof Agus Subiyanto dikukuhkan sebagai guru besar bidang ilmu  Linguistik Mikro. Lulusan S1 Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris (peminatan linguistik) Fakultas Sastra (sekarang menjadi FIB) Undip, S2 The Australian National University dan  S3 dari Udayana Bali ini menyampaikan pidato pengukuhannya dengan judul “Model Kajian Lanskap Linguistik Wilayah Pecinan di Jawa’.

 

Prof Agus tercatat sebagai guru besar linguistik pertama di FIB . Saat ini terdapat 8 guru besar aktif di FIB, 6 merupakan guru besar bidang Sejarah, 1 guru besar bidang filsafat dan 1 guru besar bidang linguistik. Menurut Prof Agus, yang juga Kaprodi S2 Linguistik ini, kajian lanskap linguistik bersifat interdisipliner, sehingga memerlukan perpaduan berbagai teori, salah satunya teori linguistik mikro, khususnya untuk membedah persoalan bentuk dan makna bahasa yang digunakan dalam lanskap linguistik. 

 

“Dengan kajian lanskap linguistik kita dapat menjelaskan fungsi bahasa di ruang publik, yaitu tidak hanya 

sebagai fungsi komunikatif tetapi ada fungsi lain yang terlibat di dalamnya, seperti fungsi identitas budaya dan fungsi keagamaan. Melalui kajian ini pula kita bisa mengetahui model akulturasi linguistik pada masyarakat pengguna lanskap linguistik” ujar Prof Agus Subiyanto, pria kelahiran Pati 14 Agustus 1964 tersebut.

 

Lebih lanjut menurut Prof Agus, ada beberapa tantangan ke depan dalam kajian lanskap linguistik, di antaranya adanya kompleksitas multibahasa dan 

multimodalitas pada data lanskap linguistik yang memerlukan kajian lebih mendalam. 

 

“Lanskap linguistik sering melibatkan 

banyak bahasa dalam satu ruang, baik dalam bentuk monolingual, bilingual, maupun multilingual. Menentukan 

fungsi dan dinamika penggunaan bahasa-bahasa ini membutuhkan pendekatan analisis yang kompleks. Di samping itu lanskap linguistik tidak hanya mencakup teks, tetapi juga 

simbol, warna, tata letak, dan elemen visual lainnya” ujar Prof Agus.

 

Lebih lanjut pula Prof Agus menyatakan peneliti perlu memperhitungkan bagaimana elemen-elemen ini 

berinteraksi dalam menyampaikan pesan. Analisis lanskap linguistik juga membutuhkan kepekaan terhadap ideologi yang mendasari pemilihan bahasa, warna, atau simbol tertentu dalam ruang publik. 

 

“Di samping berbagai tantangan di atas, peneliti lanskap linguistik seringkali dihadapkan pada kendala akses 

terhadap wilayah penelitian karena beberapa elemen lanskap linguistik berada di lokasi yang sulit diakses, seperti papan tanda di tempat privat, tempat ibadah, atau area yang dijaga, 

yang tidak diperbolehkan mengambil gambar” tandas Prof Agus.

 

Sementara itu Dekan FIB Undip Prof Dr Alamsyah SS MHum menyampaikan atas nama institusi merasa  bangga dan apresiasi atas capaian guru besar tersebut.  Hadirnya guru besar di bidang linguistik  ini memperkuat sumber daya  FIB Undip sehingga  berdampak pada kualitas institusi. 

 

“Prof. Agus diharapkan semakin berkontribusi  dalam membawa institusi ini ke  kancah global dalam memantapkan FIB sebagai world class faculty, membawa prodi linguistik  menuju 500 world universty ranking by subject, menguatkan jejaring nasional dan internasional, serta semakin produktif dalam publikasi di jurnal internasionl bereputasi” ujar Dekan FIB Prof Dr Alamsyah.

 

Lebih lanjut menurut dekan, melalui sinergi dan kolaborasi ini,  guru besar baru beserta seluruh elemen sumber daya yang ada akan dimudahkan dalam mewujudkan cita-cita sebagai konsekuensi  fakultas yang tumbuh  di era global. (Kj01)

Share Artikel Ini

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait

Share

banner300x100
banner300x100

Artikel Terbaru

Follow Us

Copyright © 2023 kampusjateng.com

Scroll to Top