Intisari Khotbah Jumat
Perlu Evaluasi Diri Jelang Tahun Baru 1446 H, Demi Waktu, Rugilah Orang, Kecuali …..
KHOTIB mengajak kita semua untuk senantiasa bertakwa kepada Alloh, Tuhan Yang Masa Esa. Semua masalah kehidupan (baik senang maupun susah) dapat dipecahkan lewat takwa, terutama yang susah. Dengan bertakwa pula kita selalu mendapat ridho dari Alloh SWT.
Dua hari lagi kita akan meninggalkan tahun 1445 H dan memasuki 1 Muharram 1446 H (atau dalam kalender Jawa, 1 syuro). Kita akan melangkah ke tahun baru, perubahan waktu bisa membawa suatu perubahan tetapi juga tidak ada perubahan. Ada perubahan menjadi lebih baik, tetapi ada pula perubahan ke arah buruk. Pada dasarnya ada perubahan waktu dan waktu terus melangkah maju, maju terus , tidak bisa balik atau kembali atau diulang.
Dalam Surat Al Asr (Wal asri….dst) Alloh bersumpah demi masa (waktu) sesungguhnya orang dalam keadaan merugi (waktu bisa menyebabkan rugi) kecuali orang orang yang memanfaatkan waktu secara baik, yaitu orang yang beriman, berpesan kepada yang hak dan dalam kesabaran.
Waktu merupakan hal sangat penting yang terjadi pada manusia, manusia bisa untung atau rugi dengan waktu yang dilakukannya.
Perubahan waktu bisa untuk kegiatan evaluasi diri terhadap apa yang telah dilakukan itu perbuatan baik atau tidak baik. Evaluasi apa yang sudah dilakukan kemarin kemarin, baik atau buruk. Apa yang telah diraih kemarin kemarin, maju atau mundur?
Evaluasi diri apa yang telah dilakukan selama 1445 H perlu dilakukan, tetapi sebetulnya evaluasi diri bisa juga dilakukan tiap hari, malam hari menjelang tidur. Evaluasi diri tahunan perlu dibuat list, tindakan apa saja yang berprestasi, apa yang belum, dan apa yang belum dilakukan dan akan dilakukan di tahun berikutnya (sebaiknya membuat program untuk tahun berikutnya).
Dalam surat Al Hasyr ayat 18 Alloh memerintahkan orang beriman untuk bertakwa dan memperhatikan apa apa yang telah diperbuat untuk hari esok (akhirat). Perbuatan kita di dunia hakikinya untuk tujuan akhirat. Jika ingin baik, orang yang bertakwa, maka setiap perbuatan yang dilakukan harus dievaluasi, dan sebisa mungkin lebih maju lagi, lebih baik lagi, untuk akhirat kita .
Bisa tidak kita lebih baik dibandingkan 1445 H ? Yang tidak baik bisa kita perbaiki. Dianjurkan hari ini lebih baik dari hari kemaren dan hari esok lebih baik dari hari ini. Sebagai muslim kita harus berusaha bisa mencapai kebaikan kebaikan yang selalu meningkat, meskipun ada pernyataan kalau iman seseorang bisa naik dan turun. Tetapi diusahakan kalau turun ya sedikit lalu naik lagi lebih tinggi dan seterusnya. Jangan seperti gelombang, kadang di atas kadang di bawah banget (ini rugi Kita). Dengan ibarat naik tangga, naik dua anak tangga, turun satu, naik lagi tiga turun satu, naik tiga atau empat dan seterusnya maka di akhir batas umur kita sudah berada di posisi anak tangga yang sangat tinggi.
Kita yakin dan berdoa di masa datang akan penuh kebaikan kebaikan yang kita lakukan sehingga kita akan beruntung. Bukan sebaliknya, di masa datang makin banyak keburukan sehingga kita bisa merugi.
Kita manfaatkan waktu sebaik mungkin. Perubahan waktu terus terjadi, berjalan ke depan, tidak bisa balik lagi. Maka kita manfaatkan waktu untuk kebaikan, kemaslahatan hidup hingga yaumul akhir. *****
(Seperti disampaikan Dr Nurrahman pada khutbah Salat Jumat 5 Juli 2024, di masjid Saubari Bening Hati/SBH , Bukit Kencana Jaya, Meteseh, Tembalang Semarang).

