
SEMARANG (kampusjateng.com)- Tim Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang (FT Unnes) terdiri Nurul Hadi Mustofa (Prodi Pend. Teknik Elektro), Ahmad Fauzan (prodi Pend. Teknik Informatika dan Komputer), Arif Rahmadi (Prodi Pendidikan Teknik Mesin) dan Syahid Tri Kusuma (Prodi Teknik Mesin) bekerja sama dengan siswa SMA Negeri 2 Slawi antara lain, Surya Syaputra Alamsyah (Ketua Osis), Rafidah Nur Sa’adah (Wakil Ketua Osis), Mohamad Bagas Kusnaedi, Ramechy Anugrah Klinnovis, dan Wishnu Satriawan Abdillah berhasil mengembangkan alat sistem otomasi penyiraman tanaman dan pembesaran ikan yang dinamai SIRANDU.
Peralatan sistem otomasi pertanian dan perikanan ini dibuat oleh tim mahasiswa FT Unnes bekerja sama dengan siswa SMA Negeri 2 Slawi (SMANDAWI) dalam program pengabdian LP2M Unnes 2024 dibawah bimbingan dosen FT Unnes Prof.Dr.Wirawan Sumbodo,M.T dan Risky Setiadi,S.Pd, M.T.
Peralatan tersebut telah diserahakan dari Prof.Dr.Wirawan Sumbodo, M.T yang juga Dekan FT Unnes kepada Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Slawi Siti Ati, M.Pd dan Ketua Ikatan Alumni (IKA) SMAN 2 Slawi Dr.Joko Kurnianto, SKM,M.Kes bersamaan dengan acara Temu Akbar Alumni SMA tersebut tanggal 14 April 2024 untuk dikembangkan lebih lanjut.
Alat yang diberi nama sistem penyiraman dan pembesaran ikan terpadu (SIRANDU) berbasis sensor kelembaban. Proses uji coba alat dilaksanakn 13 April 2024 di SMA Negeri 2 Slawi diawali dengan pelatihan mengoperasikan sistem otomasi pertanian dan perikanan tersebut.
Siswa dan tenaga teknisi terpilih SMA Negeri 2 Slawi nantinya akan merawat dan mengoperasikan alat tersebut agar dapat bekerja secara otomatis tanpa melibatkan banyak tenaga kerja. Sistem otomasi pertanian dan perikanan tersebut dapat diimplementasikan pada sistem pertanian dan perikanan yang selama ini dilakukan terpisah dan dikerjakan secara manual memerlukan banyak tenaga kerja.
Penerapan sistem otomasi pertanian dan perikanan dapat meningkatkan kualitas produk pertanian dan perikanan dengan mengurangi biaya tenaga kerja sehingga dapat meningkatkan daya saing pertanian dan perikanan secara nasional mengurangi produk impor. Alat ini dapat beroperasi selama 24 jam. (Kj01)


