Mahasiswa berpose bersama BPPKAD
MAGELANG (kampusjateng)-Universitas Tidar bekerja sama dengan BPPKAD (Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah) Kabupaten Magelang. Kerja sama ini merupakan kerja sama KKN (Kuliah Kerja Nyata) bersama BPPKAD Kabupaten Magelang.
Program kerjasama ini dilaksanakan pada 10 November 2024-31 Desember 2024 lalu yang diikuti oleh 40 mahasiswa dari Jurusan S1 Manajemen angkatan tahun 2022. Para mahasiswa akan diplot kan di 20 Desa yang ada di 3 kecamatan yaitu Kecamatan Muntilan, Kecamatan Mertoyudan, dan Kecamatan Mungkid. Program berasama BPPKAD Kabupaten Magelang ini merupakan program pengaplikasian “SI PBB Trengginas” yang mana aplikasi ini merupakan aplikasi yang dirancang untuk memudahkan pemerintah desa dalam memutakhirkan dan mengelola data Objek PBB-P2.
Pemerintah Kabupaten Magelang terus berupaya meningkatkan pendapatan daerah dari pajak dan retribusi. Salah satu caranya adalah dengan menghadirkan aplikasi “Si PBB Trengginas”. Aplikasi ini dirancang untuk mempermudah masyarakat dalam mengelola Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2).
Peluncuran aplikasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akurasi dalam pemutakhiran data PBB-P2 secara digital.
Kepala Badan Pengelola Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Magelang, Dra. Siti Zumaroh, M.M., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangun kebersamaan antara pemerintah dan wajib pajak.
“Kami berharap aplikasi ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam pemutakhiran data PBB-P2 dengan cepat, murah, dan berkualitas” ujarnya.
Ia berharap pula aplikasi ini dapat memberikan kemudahan bagi warga dalam memperbarui data PBB dengan cepat dan tanpa biaya yang tinggi. Selain itu, aplikasi ini juga diharapkan dapat membantu dalam pengelolaan data yang lebih terintegrasi, yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan daerah.
Program kerjasama Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tidar dengan BPPKAD Kabupaten Magelang mendapat respon positif bagi seluruh unsur, salah satunya Rahma Quraeni selaku salah satu eksekutor dalam program ini.
“Dengan program ini banyak masyarakat khusunya di desa yang saya datangi antusias dan merespon positif, saya berharap aplikasi Si PBB Trengginas semakin mudah digunakan oleh masyarakat dan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membayar pajak, Semoga pemanfaatan teknologi ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain agar dapat meningkatkan pelayanan publik yang lebih efisien.” Ujar Rahma. (Kj01)


