SEMARANG (kampusjateng.com)– Program Studi Informasi dan Hubungan Masyarakat, Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro kembali melaksanakan kegiatan Kuliah Dosen Luar Negeri atau Visiting Lecturer dengan tema “Information Literacy: Communication and Information in the Digital Era” yang berlangsung pada Hari Kamis, 24 Oktober 2024.
Acara ini diselenggarakan secara omline melalui Zoom Meeting. Topik “ Information Literacy“ atau literasi informasi saat ini sangatlah penting, terutama di tengah arus informasi yang begitu deras di era digital. Literasi informasi bukan hanya tentang kemampuan mengakses informasi, namun juga bagaimana kita mampu memilah, mengelola, dan memanfaatkannya secara bijak.
Oleh karena itu, kehadiran Putu Laxman Pendit, Ph.D., sebagai narasumber dengan pengalaman internasionalnya, merupakan kesempatan emas bagi semua untuk memperdalam wawasan terkait bidang ini.
“One of the main challenges faced by applied scholars of Information and Public Relations is how to improve understanding of information literacy so that it is expected to help students understand the concept of information literacy and the importance of this skill in the digital era. In addition, students are required to be able to face challenges in the digital era, namely analyzing the challenges faced by libraries in promoting information literacy, such as disinformation and unequal access to technology.” sambutan oleh ketua pelaksana kegiatan Marlina Mutiara Dewi, M.I.Kom.
Acara ini menghadirkan narasumber ahli, yaitu Dr. Putu Laxman Pendit, Ph.D., yang merupakan lulusan dari RMIT University, Melbourne dan saat ini sedang menjabat sebagai Secretary of Museum of Indonesian Arts di Melbourne.
Dr. Putu memiliki keahlian di bidang literasi informasi di era digital. Dalam sesi awal ini dirinya membahas bagaimana informasi dan komunikasi di era digital memerlukan pemahaman yang lebih mendalam terkait literasi informasi, serta cara kita menyaring dan memanfaatkan informasi dalam dunia yang semakin terhubung secara digital.
Berdasarkan hal tersebut maka diselenggarakanlah kegiatan kuliah tamu luar negeri dengan tema utama Komunikasi dan Informasi di Era Digital. Melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa memahami konsep literasi informasi dan pentingnya keterampilan tersebut di era digital serta mampu menghadapi tantangan di era digital, yaitu dengan menganalisis tantangan yang dihadapi perpustakaan dalam meningkatkan literasi informasi, seperti disinformasi dan akses yang tidak setara terhadap teknologi.
Pengertian literasi yang kita pahami di awal adalah membaca, menulis, dan berhitung atau kemampuan kita untuk beraksara. Sebenarnya, informasi literasi lebih dari itu. Dengan mengundang Dr. Putu untuk memberikan wawasan secara lebih luas dan jelas mengenai informasi literasi. Memberikan pengertian mengenai pentingnya informasi untuk membangun critical thinking individu untuk dapat lebih bijak menerima dan menyaring banyaknya informasi yang terus terperbarui setiap detiknya.
“Dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan saya rasa mahasiswa Informasi dan Hubungan Masyarakat sudah menunjukkan critical thinking, menunjukan mahasiswa berpikir kritis. Hal ini bukanlah pengetahuan yang statis, sembari mempelajari hal itu sambil pelajari informasi literasi, media literasi, digital literasim, yag tidak dapat diputuskan. saya kira hal ini juga selinear dengan jurusan informasi dan hubungan masyarkat yang kemungkinan bisa menjadikan infromation literacy dan media literacy sebagai core pembelajaran dari informasi dan humas.” closing statement dari Dr. Putu selaku narasumber Visiting Lecturer.
“Critical thinking menjadi komponen yang paling penting dari materi yang telah disampaikan seperti digital, information dan media literacy. Walaupun kita telah melakukan crosscheck secara detail, paparan hoax news dan fake news tidak bisa kita hindari di era disrupsi digital saat ini. Ini kembali kepada kebijakan masing-masing individu bagaimana cara kita memilah dan memilih informasi yang didapatkan. Materi yang telah dipaparkan oleh Narasumber diharapkan bisa bermanfaat untuk peserta terutama teman-teman mahasiswa perihal bagaimana cara kita meningkatkan kemampuan literasi”
Setelah itu, sesi kedua berlanjut dengan narasumber yang tak kalah hebat, yaitu Dr. Katrin Bandel, seorang akademisi yang saat ini sedang mengajar di Program Pascasarjana Universitas Sananta Dharma (Program Kajian Budaya dan Program Doktoral Seni dan Masyarakat) dan juga mengajar di Center for Religious and Cross Cultural Studies (CCRCS) Universitas Gajah Mada.
Melalui paparannya bertajuk “Negotiating Plural Gender Orders in a Postcolonial Context”, Dr. Katrin mengajak para peserta untuk melihat bagaimana tatanan gender yang plural dapat dinegosiasikan dalam konteks budaya postkolonial. Dirinya menyoroti bagaimana dalam tatanan masyarakat gender diatur hingga memiliki pola tertentu. Dalam pemaparannya juga, Dr. Katrin Bandel mengajak peserta untuk mengetahui bagaimana perjalanan gender individu di tengah tatanan gender yang kompleks, plural, dan saling mempengaruhi.
Untuk menutup pemaparan dirinya menyampaikan kita perlu sadar akan pluralitasdengan segala tantangannya itu, dan perlu selalu siap mempertanyakan diri, berubah, dan menyesuaikan arah langkah kita.
Kedua materi yang dipaparkan oleh Dr. Putu Laxman Pendit, Ph.D., maupun Dr. Katrin Bandel merupakan materi yang sangat bermanfaat dan dapat menjadi bekal mahasiswa Informasi dan Hubungan Masyarakat untuk memperluas wawasan. Terbukti dari antusiasme peserta yang mengikuti kegiatan ini sejumlah lebih dari 300 peserta dengan sesi diskusi yang sangat interaktif dan informatif. Peserta Visiting Lecturer menggunakan kesempatan ini dengan sangat baik untuk menggali informasi dan pengetahuan dari setiap narasumber yang dihadirkan. (Kj01)


